Festival Penyu Mampie 2026 Berlangsung Sukses, Panitia Minta Pemda Segera Hadirkan Air Bersih

  • Jun 30, 2026
  • KIM Mampie
  • Pariwisata

POLEWALI MANDAR – Festival Penyu Mampie 2026 yang digelar selama lima hari, 24–28 Juni 2026, berlangsung sukses dan mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Ribuan pengunjung memadati kawasan Rumah Penyu Mampie Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar untuk mengikuti berbagai rangkaian kegiatan konservasi, edukasi, budaya, hingga hiburan yang menjadi ciri khas festival tahunan tersebut.

Ketua Panitia Festival Penyu Mampie 2026, Askar Al Qadri, mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat yang datang dari berbagai daerah di Sulawesi Barat maupun Sulawesi Selatan. Menurutnya, hal itu menjadi bukti bahwa Festival Penyu Mampie semakin dikenal sebagai salah satu agenda wisata berbasis konservasi yang mampu menarik perhatian publik.

"Alhamdulillah, seluruh rangkaian Festival Penyu Mampie 2026 berjalan dengan baik. Kawasan Rumah Penyu dipadati pengunjung dari berbagai daerah di Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan. Ini menjadi semangat bagi kami untuk terus mengembangkan festival ini pada tahun-tahun mendatang," kata Askar.

Meski penyelenggaraan berlangsung lancar, Askar mengakui masih ada persoalan mendasar yang perlu menjadi perhatian pemerintah, yakni belum tersedianya akses air bersih di Kappung Mampie.

Ia menjelaskan, sumber air yang tersedia di lokasi memiliki warna merah kehitaman sehingga tidak layak digunakan untuk kebutuhan mandi maupun kebersihan peserta. Kondisi tersebut memaksa banyak peserta, relawan, hingga wisatawan yang menginap harus keluar dari kawasan festival untuk mencari tempat mandi dengan air bersih.

"Persoalan air bersih menjadi kendala utama selama festival berlangsung. Banyak tamu dan peserta yang menginap harus menempuh jarak cukup jauh hanya untuk mandi karena air di kawasan Rumah Penyu tidak layak digunakan," ujarnya.

Menurut Askar, persoalan tersebut bukan hanya berdampak terhadap kenyamanan peserta festival, tetapi juga menjadi tantangan bagi pengembangan destinasi wisata konservasi di Mampie. Oleh karena itu, ia berharap pemerintah daerah bersama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dapat segera memperluas jaringan pelayanan hingga menjangkau Kappung  Mampie.

"Kami berharap jaringan PDAM segera masuk ke Mampie. Kehadiran air bersih akan sangat membantu masyarakat sekaligus menjadi penunjang utama penyelenggaraan Festival Penyu di masa mendatang. Dengan infrastruktur yang memadai, kami yakin jumlah wisatawan yang datang akan terus meningkat," katanya.

Ia menambahkan, Festival Penyu Mampie tidak hanya menjadi ajang kampanye pelestarian penyu dan ekosistem pesisir, tetapi juga telah memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat. Selama festival berlangsung, pelaku UMKM, pedagang, penyedia jasa transportasi, hingga pengelola homestay merasakan peningkatan aktivitas ekonomi seiring meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan.

"Aspek konservasi dan pariwisata harus berjalan beriringan dengan pembangunan infrastruktur dasar. Air bersih merupakan kebutuhan utama yang harus segera dipenuhi agar Mampie semakin siap menjadi destinasi wisata unggulan berbasis konservasi di Sulawesi Barat," tutup Askar.