Ancaman Pesisir Nyata, PSDKP Sulbar Gandeng Komunitas Perkuat Pengawasan Lapangan

  • Apr 17, 2026
  • KIM Mampie
  • Pemerintahan, Daerah

Mampie News. Polewali Mandar. Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Barat melalui Bidang Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) melakukan kunjungan strategis ke Rumah Penyu Pantai Mampie. Kunjungan ini bukan sekadar agenda rutin pembinaan, melainkan langkah konkret memperkuat kemitraan dengan Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Sahabat Penyu—komunitas yang selama ini menjadi benteng terakhir perlindungan penyu di wilayah tersebut.

Di tengah tekanan abrasi, aktivitas pesisir yang tak terkendali, hingga ancaman terhadap habitat penyu, peran masyarakat lokal menjadi krusial. Pemerintah pun mulai menggeser pendekatan: dari sekadar pengawasan formal menjadi penguatan pengawasan berbasis komunitas.

Kepala Bidang PSDKP DKP Sulbar, H. Irwan Latif, yang memimpin langsung kunjungan tersebut, menegaskan bahwa keberadaan Pokmaswas bukan pelengkap, melainkan pilar utama dalam sistem pengawasan sumber daya kelautan.

Dalam pertemuan yang berlangsung di kawasan konservasi Rumah Penyu, DKP Sulbar tidak hanya memberikan pembinaan, tetapi juga melakukan dialog terbuka terkait tantangan lapangan—mulai dari keterbatasan sarana pengawasan, minimnya edukasi masyarakat, hingga perlunya sistem pelaporan yang lebih terintegrasi. 

"Kita tidak bisa lagi mengandalkan pengawasan yang bersifat struktural semata. Pokmaswas adalah kekuatan nyata di lapangan. Mereka yang setiap hari menjaga, melihat, dan bertindak. Tugas kami adalah memastikan mereka tidak berjalan sendiri."

"Kalau kemitraan ini kuat, maka pencegahan pelanggaran, perlindungan penyu, dan edukasi masyarakat akan berjalan lebih efektif. Ini bukan hanya soal program, tapi soal keberlanjutan ekosistem kita." Ujar Irwan

Sementara itu, Pokmaswas Sahabat Penyu yang dipimpin oleh Muh. Yusri dinilai sebagai salah satu contoh praktik baik pengawasan berbasis masyarakat di Sulawesi Barat. Komunitas ini telah aktif dalam penyelamatan telur penyu, edukasi publik, hingga patroli pesisir secara swadaya. 

"Bagi kami, ini bukan sekadar kunjungan, tapi pengakuan bahwa masyarakat punya peran penting dalam menjaga laut. Selama ini kami bergerak dengan segala keterbatasan, tapi dengan dukungan pemerintah, kami yakin dampaknya bisa jauh lebih besar."

"Penyu bukan hanya satwa yang harus dilindungi, tapi simbol keseimbangan ekosistem pesisir. Kalau penyu hilang, itu tanda ada yang salah dengan lingkungan kita."

Kunjungan ini menjadi sinyal kuat bahwa pengelolaan sumber daya kelautan ke depan tidak lagi bisa berjalan secara sektoral. Dibutuhkan sinergi yang nyata—di mana negara hadir memberi arah, dan masyarakat bergerak sebagai pelaku utama di lapangan.

 

#KIMMampie #MampieNews #SahabatPenyu