Buka Pelatihan Sahabat Penyu, Kades Nepo Ajak Warga Optimalkan Potensi Mangrove untuk Ekonomi Biru

  • Jun 01, 2026
  • KIM Mampie
  • Lingkungan, Daerah

KIM Mampie – Kepala Desa Nepo, Nurhayati, menegaskan bahwa potensi alam yang dimiliki desanya, khususnya kawasan hutan mangrove, sangat melimpah dan berpeluang besar untuk meningkatkan taraf hidup warga. Namun, potensi besar tersebut hanya akan berdampak nyata jika dikelola secara bijak, terstruktur, dan berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikannya saat membuka secara resmi kegiatan bertajuk "Inovasi Membangun Ekonomi Biru: Pelatihan Pemanfaatan Mangrove untuk Kemandirian Ekonomi Pesisir". Kegiatan yang mengusung tema “Mangrove Lestari Masyarakat Sejahtera” ini diinisiasi oleh Komunitas Sahabat Penyu dan berpusat di Balai Desa Nepo, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar.

"Desa Nepo ini dianugerahi potensi alam yang luar biasa. Kawasan mangrove kita sangat mendukung untuk kesejahteraan masyarakat, asalkan kita tahu bagaimana mengelolanya dengan baik tanpa merusak ekosistem yang ada," ujar Nurhayati dalam sambutannya.

Nurhayati juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Sahabat Penyu yang telah memfasilitasi pelatihan inovatif ini. Menurutnya, sinergi antara pemerintah desa, komunitas konservasi, dan warga setempat adalah modal utama dalam mewujudkan konsep ekonomi biru—sebuah pemanfaatan sumber daya laut dan pesisir yang berdampak positif pada ekonomi sekaligus menjaga kesehatan ekosistem.

Melalui pelatihan ini, Pemerintah Desa Nepo berharap masyarakat tidak lagi sekadar melihat mangrove sebagai pembatas pantai, melainkan sebagai aset produktif yang bisa dikembangkan menjadi produk bernilai guna maupun destinasi ekowisata.

Kegiatan yang dihadiri oleh puluhan warga Desa Nepo ini berjalan interaktif. Komitmen dari kepala desa ini menjadi pemantik semangat bagi para peserta untuk menggali lebih dalam materi-materi yang disajikan oleh para narasumber, mulai dari pemetaan potensi desa, dampak ekonomi mangrove, hingga strategi pengembangan ekowisata berbasis komunitas.

Dengan adanya dukungan penuh dari pemerintah desa, program pemanfaatan mangrove ini diharapkan dapat berjalan berkesinambungan, sehingga visi “Mangrove Lestari, Masyarakat Sejahtera” dapat benar-benar terwujud di Desa Nepo.