Dorong Ekonomi Biru dan Target FOLU Net Sink 2030, Sahabat Penyu Gelar Pelatihan Pemanfaatan Mangrove di Desa Nepo

  • Jun 01, 2026
  • KIM Mampie
  • Lingkungan, Nasional

KIM Mampie, Nepo – Kelompok Masyarakat Penggerak Konservasi (Kompak) Sahabat Penyu menggelar kegiatan inovatif bertajuk "Inovasi Membangun Ekonomi Biru: Pelatihan Pemanfaatan Mangrove untuk Kemandirian Ekonomi Pesisir" . Kegiatan yang mengusung tema “Mangrove Lestari Masyarakat Sejahtera” ini berlangsung khidmat di Balai Desa Nepo, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar.

Ketua Panitia Pelaksana, Askar Al Qadri, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan ini bukan sekadar pemberdayaan ekonomi biasa. Kegiatan ini dirancang sebagai langkah nyata di tingkat tapak dalam mendukung agenda iklim nasional.

"Kegiatan ini merupakan bagian dari kontribusi dan pencapaian target Indonesia’s FOLU Net Sink 2030, di mana kelestarian hutan mangrove memegang peranan krusial dalam menyerap emisi karbon sekaligus menopang kehidupan warga pesisir," ujar Askar.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Nepo, Nurhayati. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi inisiatif Kompak Sahabat Penyu yang telah memilih Desa Nepo sebagai lokasi pelatihan. Ia berharap pelatihan ini dapat membuka cakrawala baru bagi warga dalam memanfaatkan potensi lingkungan tanpa merusaknya.

Pelatihan ini dihadiri sejumlah warga Desa Nepo yang tampak antusias mengikuti jalannya pemaparan materi dari para ahli di bidangnya.

Untuk memberikan pemahaman yang komprehensif, panitia menghadirkan tiga narasumber yang mengupas tuntas pemanfaatan ekonomi biru dari berbagai sudut pandang:

  • Baso Matturungan (Dinas PMD Polman): Membawakan materi tentang Potensi Desa. Ia memetakan bagaimana Desa Nepo dapat mengintegrasikan program pemberdayaan masyarakat dengan kebijakan daerah demi kemandirian ekonomi desa.
  • Putra Ardiansyah (Founder Laut Biru): Mengulas tentang Fungsi Mangrove dan Dampak Ekonominya. Putra menjelaskan nilai penting ekosistem mangrove sebagai pelindung pantai serta peluang pemanfaatannya menjadi produk bernilai ekonomi tinggi secara berkelanjutan.
  • Yusri Mampie (Founder Sahabat Penyu): Memaparkan materi mengenai Ekowisata Berbasis Masyarakat. Yusri menekankan pentingnya keterlibatan aktif warga lokal dalam mengelola kawasan mangrove menjadi destinasi wisata, sehingga perputaran ekonomi langsung dirasakan oleh masyarakat setempat.

Melalui pelatihan ini, diharapkan masyarakat Desa Nepo tidak hanya menjadi penonton, melainkan aktor utama dalam menjaga kelestarian mangrove sekaligus motor penggerak kemandirian ekonomi di wilayah pesisir Polewali Mandar.

#FoluNetSink2030 #SahabatPenyu #MampieNews