Camat Wonomulyo: Saeyyang Pattuqdu Simbol Budaya yang Harus Dilestarikan

  • Oct 19, 2025
  • KIM Mampie
  • Pariwisata, Hiburan, Daerah, Sosial

KIM Mampie, Wonomulyo – Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Camat Wonomulyo, Samiaji, secara resmi melepas sebanyak 28 ekor Saeyyang Pattuqdu atau kuda menari pada Minggu, 19 Oktober 2025. Kegiatan ini berlangsung meriah di halaman Masjid Nurul Amin, Dusun Jombang, Desa Sugiwaras, dan disambut antusias oleh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Samiaji menekankan bahwa peringatan Maulid Nabi bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi merupakan momentum untuk menggali dan meneladani ajaran mulia yang dibawa Rasulullah SAW. Ia berharap dengan memperingati Maulid Nabi, umat Islam bisa meraih syafaat Rasulullah di akhir zaman.

Lebih lanjut, Samiaji menyampaikan bahwa tradisi Sayyang Pattudu adalah simbol kemegahan budaya dan nilai-nilai warisan leluhur yang harus terus dijaga. Menurutnya, tradisi ini bukan hanya hiburan semata, melainkan bentuk penghormatan terhadap pencapaian dalam bidang spiritual maupun pendidikan.

“Sering kali kita melihat Sayyang Pattudu ini digelar untuk merayakan peristiwa penting dalam kehidupan masyarakat, termasuk keberhasilan dalam pendidikan dan kegiatan keagamaan. Ini harus terus kita lestarikan sebagai warisan budaya untuk anak cucu kita kelak,” ujar Samiaji.

Acara ini juga dihadiri oleh Bupati Polewali Mandar Samsul Mahmud, tokoh agama Kyai Sibli Sahabuddin, anggota DPRD H. Syarifuddin, mantan anggota DPRD Polman Dr. Sahabuddin Sunusi, serta ratusan warga Dusun Jombang dan undangan lainnya.

Peringatan Maulid Nabi dan pelepasan Sayyang Pattudu tahun ini tidak hanya menjadi perayaan spiritual, tetapi juga sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga sekaligus pelestarian budaya lokal Mandar yang kental dengan nilai-nilai keislaman. 

Laporan : KIM Mampie