Sahabat Penyu Ambil Bagian dalam Edukasi Konservasi Biodiversitas di Unhas
- May 17, 2026
- KIM Mampie
- Lingkungan
Makassar - Universitas Hasanuddin di Kota Makassar menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan edukasi lingkungan bertajuk “Youth for Urban Biodiversity: Satu Langkah, Sejuta Harapan untuk Alam” pada 9 Mei 2026 lalu. Kegiatan ini dipusatkan di kawasan Hutan Kampus dan Danau Unhas Tamalanrea sebagai upaya meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga keanekaragaman hayati di kawasan perkotaan.
Kegiatan tersebut menghadirkan kolaborasi berbagai unsur mulai dari mahasiswa, komunitas lingkungan, aktivis konservasi, hingga komunitas penyandang disabilitas. Sejumlah organisasi dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat turut dilibatkan, termasuk Sahabat Penyu yang ikut ambil bagian dalam menyukseskan kegiatan edukasi konservasi tersebut.
Panitia menjelaskan, keberadaan keanekaragaman hayati tidak hanya ditemukan di kawasan hutan alami, tetapi juga hidup di ruang terbuka hijau perkotaan seperti hutan kota. Karena itu, keberadaan kawasan hijau dinilai sangat penting sebagai habitat satwa, penyeimbang ekosistem, sekaligus sarana edukasi lingkungan bagi masyarakat.
“Generasi muda memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan dan konservasi,” tulis panitia dalam Term of Reference (TOR) kegiatan.

Sekitar 150 peserta dijadwalkan mengikuti kegiatan ini. Peserta berasal dari mahasiswa, perwakilan OSIS SMA, komunitas lingkungan, aktivis konservasi, hingga komunitas disabilitas di Makassar dan sekitarnya. Seluruh peserta nantinya dibagi ke dalam 10 kelompok untuk mengikuti berbagai aktivitas edukatif secara bergiliran.
Konsep kegiatan dikemas secara interaktif melalui metode experiential learning dengan empat zona utama. Pada Biodiversity Exploration Zone, peserta diajak melakukan pengamatan langsung terhadap burung, tanaman lokal, serangga penyerbuk, hingga mengenal fungsi ekologis hutan kota.
Selain itu, terdapat Eco Challenge Zone yang berisi berbagai permainan edukatif seperti Floating Treasure Hunt, mini riset kualitas air danau, Tree Hunt Challenge, hingga Hug the Tree Game untuk membangun kedekatan peserta dengan alam.
Peserta juga diberi ruang berkreasi melalui Creative Campaign Zone dengan membuat poster kampanye lingkungan, slogan konservasi, hingga konten media sosial bertema biodiversitas. Hasil karya peserta nantinya akan dipublikasikan sebagai bagian dari kampanye digital konservasi lingkungan.
Sementara pada sesi Youth Dialogue Zone, peserta akan mengikuti diskusi terbuka mengenai peran generasi muda dalam menjaga biodiversitas perkotaan dan membangun gerakan kampus hijau. Diskusi ini menghadirkan narasumber Ismail dari Kelompok Pengelola Ekowisata Bantimurung serta Fardi A.R dari Yayasan Bumi Toala Indonesia.
Sebagai penutup, seluruh peserta akan mengikuti deklarasi simbolis Youth for Urban Biodiversity dengan menuliskan komitmen aksi lingkungan mereka pada Biodiversity Commitment Board sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian lingkungan perkotaan.
Panitia berharap kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kesadaran generasi muda tentang pentingnya biodiversitas, tetapi juga mendorong lahirnya aksi nyata dan kebiasaan hidup ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai bagian dari kampanye minim sampah, seluruh peserta juga diimbau membawa tumbler pribadi guna mengurangi penggunaan plastik sekali pakai selama kegiatan berlangsung.
Melalui kegiatan ini, generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi penonton dalam isu lingkungan, tetapi tampil sebagai penggerak perubahan menuju kota yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan.