Pariwisata untuk Masyarakat, Bukan Sekadar untuk Wisatawan
- Nov 10, 2025
- KIM Mampie
- Pariwisata
Mampie News, Polewali Mandar- Paradigma lama yang menempatkan wisatawan sebagai satu-satunya fokus utama pembangunan pariwisata dinilai perlu diluruskan. Menurut Ketua Asosiasi pariwisata Polewali Mandar, Yusri Mampie, pembangunan sektor ini sejatinya bukanlah untuk kepentingan wisatawan, tetapi untuk kepentingan masyarakat lokal yang kebutuhannya diperlukan oleh wisatawan.
Yusri menekankan bahwa keberhasilan pariwisata yang berkelanjutan tidak diukur dari jumlah kunjungan semata, melainkan dari tingkat kesejahteraan, pelestarian budaya, dan kualitas lingkungan hidup masyarakat setempat.
Dalam sebuah pernyataan, Yusri menjelaskan bahwa seringkali pembangunan infrastruktur pariwisata dilakukan tanpa mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi terhadap penduduk lokal. "Jalan, hotel, atau fasilitas yang dibangun seringkali hanya memfasilitasi kenyamanan turis, namun mengabaikan akses dasar, lapangan kerja yang adil, dan kedaulatan masyarakat lokal atas sumber daya mereka," ujarnya.

Ia mengusulkan agar fokus pembangunan dialihkan dari 'apa yang diinginkan wisatawan' menjadi 'apa yang dibutuhkan masyarakat'. Sebagai contoh, masyarakat membutuhkan pendidikan yang baik agar dapat menjadi pemandu wisata profesional atau pelaku usaha kreatif. Mereka membutuhkan akses air bersih dan sanitasi yang terawat, yang pada akhirnya juga akan dinikmati oleh wisatawan.
"Ketika kita membangun desa wisata dengan fokus meningkatkan kualitas hidup masyarakat—mulai dari tata kelola sampah, penguatan kerajinan lokal, hingga pelatihan keramahtamahan—maka secara otomatis, wisatawan akan datang karena mereka mencari pengalaman otentik dan lingkungan yang sehat tanpa mengubah aktifitas masyarakat," tegas Mampie.
Model pariwisata berbasis masyarakat dianggap sebagai jawaban. Ketika masyarakat merasa memiliki dan mendapatkan manfaat langsung dari pariwisata, mereka akan menjadi penjaga terbaik dari destinasi tersebut. Hal ini menciptakan daya tarik yang otentik dan berkelanjutan, yang justru dicari oleh tren wisatawan masa kini.
Dengan demikian, investasi pariwisata harus diarahkan pada:
-
Peningkatan Kapasitas SDM Lokal: Pelatihan bahasa, storytelling, dan manajemen usaha.
-
Penguatan Ekonomi Lokal: Memprioritaskan pengadaan barang dan jasa dari UMKM setempat.
-
Pelestarian Lingkungan dan Budaya: Mengalokasikan dana pariwisata untuk kegiatan konservasi dan revitalisasi tradisi.
Kesimpulannya, Yusri Mampie menegaskan, pembangunan pariwisata adalah alat untuk mencapai kesejahteraan masyarakat. Kesejahteraan inilah yang pada akhirnya akan menjadi produk dan daya tarik utama yang dibutuhkan dan dicari oleh wisatawan.
KIM Mampie
#MampieNews #KIMMampie #Pariwisata