Terapkan Konsep Blue Economy, Warga Mampie Buat Sabun Mangrove dan Eco-Printing Bersama Unsulbar
- Nov 10, 2025
- KIM Mampie
- Pariwisata, Lingkungan
Polewali Mandar — Sejumlah Warga Mampie antusias mengikuti pelatihan membuat sabun mangrove dan totebag sebagai Semangat ekonomi kreatif berbasis lingkungan. Kegiatan ini merupkan bagian Penerapan Blue Economy melalui Integrasi Geobag Ramah Lingkungan dan Adopsi Mangrove untuk Mitigasi Abrasi di Pantai Mampie dan Rumah Penyu, masyarakat setempat mendapatkan pelatihan inovatif yang menggabungkan seni, konservasi, dan pemberdayaan ekonomi. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Rumah Penyu Pantai Mampie
Pelatihan yang digagas oleh Alexander Kurniawan Sariyanto Putera, dosen Universitas Sulawesi Barat (UNSULBAR) bersama timnya Isdaryanti dan Akbar Indrawan Saudi, ini menyasar anggota Komunitas Sahabat Penyu, kelompok tani, serta masyarakat pesisir Mampie. Fokus utama kegiatan kali ini adalah pembuatan totebag dengan teknik eco-printing dan pembuatan sabun tematik penyu dan lingkungan.
Melalui teknik eco-printing, peserta diajarkan cara memanfaatkan dedaunan, bunga, dan bahan alami yang tumbuh di sekitar ekosistem mangrove sebagai pewarna alami untuk kain. Hasilnya, setiap totebag memiliki corak unik yang tidak hanya indah secara estetika, tetapi juga ramah lingkungan.
“Pelatihan ini mengajarkan bahwa keindahan bisa lahir dari alam sekitar kita, tanpa bahan kimia berbahaya. Selain bernilai seni, produk ini juga memiliki nilai jual yang baik,” jelas Alex.
Sementara itu, pada pelatihan pembuatan sabun tematik penyu dan lingkungan, peserta dilatih menciptakan produk kebersihan yang mengangkat simbol konservasi penyu — satwa ikonik yang menjadi bagian penting dari identitas Pantai Mampie. Sabun-sabun yang dihasilkan tidak hanya aman untuk kulit, tetapi juga menggambarkan pesan edukatif tentang pelestarian lingkungan.
Salah seorang warga Mampie Salmawati, yang ikut pelatihan tersebut mengaku sangat senang karena bisa menjadi peluang bisnis di Wisata Mampie “saya sangat senang dan merasa sangat beruntung ikut kegiatan ini karena ini bisa menjadi peluang bisnis bagi saya secara pribadi.” Kata Salmawati
Lanjut Salmawati mengatakan bahwa sabun yang dibuat juga sempat dipakai dan aman untuk kulit. “saya juga sudah coba gunakan sabunnya Alhamdulillah aman, tak kalah sama sabun mandi pada umumnya” Tambahnya
Kedua pelatihan ini menjadi bagian dari upaya nyata penerapan konsep Blue Economy, yakni mengelola sumber daya laut dan pesisir secara berkelanjutan sambil membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal.
Alex menambahkan, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa konservasi dapat berjalan seiring dengan kesejahteraan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa menjaga alam bisa sekaligus menjadi peluang usaha. Ketika masyarakat kreatif mengolah sumber daya sekitar dengan bijak, mereka tidak hanya melindungi lingkungan, tetapi juga menciptakan ekonomi yang berkelanjutan,” tuturnya.
Melalui pendampingan lanjutan dan pelatihan digital marketing, produk-produk ramah lingkungan ini diharapkan dapat dipasarkan lebih luas, baik secara lokal maupun melalui platform daring.
Dengan semangat kolaborasi antara UNSULBAR, Komunitas Sahabat Penyu, dan masyarakat, Dusun Mampie perlahan menapaki jalan menuju desa ekowisata berbasis konservasi tempat di mana ekonomi tumbuh selaras dengan alam.
Laporan : KIM Mampie
#MampieNews #KIMMampie #UNSULBAR #SahabatPenyu