Lanjutkan Program FOLU Net Sink 2030, Sahabat Penyu Lakukan Monitoring dan Pemetaan Mangrove

  • Jul 13, 2026
  • KIM Mampie
  • Lingkungan, Peristiwa

POLEWALI MANDAR – Komunitas Sahabat Penyu bersama Pemuda Desa melaksanakan kegiatan monitoring serta pemetaan kawasan mangrove yang membentang di pesisir Mampie, Desa Galeso, dan  Desa Nepo, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar. Kedua kawasan tersebut merupakan satu hamparan ekosistem mangrove dan garis pantai yang saling terhubung.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program FOLU Net Sink 2030 yang sebelumnya diawali dengan pelatihan peningkatan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan kawasan mangrove. Setelah peserta memperoleh pembekalan materi, tahapan selanjutnya adalah melakukan pemetaan langsung di lapangan untuk mengidentifikasi kondisi, potensi, serta karakteristik kawasan mangrove.

Ketua Sahabat Penyu, Muh. Yusri, mengatakan bahwa pemetaan menjadi langkah strategis dalam menyusun pengelolaan kawasan mangrove yang lebih terarah, berbasis data, dan berkelanjutan.

"Melalui pemetaan ini, kami ingin mengetahui karakteristik setiap bagian kawasan mangrove sehingga pemanfaatannya tidak saling tumpang tindih. Ada kawasan yang lebih tepat dikembangkan sebagai destinasi wisata alam, ada yang potensial untuk budidaya, dan ada pula yang harus diprioritaskan sebagai kawasan konservasi. Dengan begitu, pengelolaan mangrove dapat memberikan manfaat ekonomi tanpa mengabaikan fungsi ekologisnya," ujar Yusri.

Menurutnya, hasil pemetaan juga akan menjadi dasar dalam memperkuat kelembagaan masyarakat pesisir sehingga memiliki pedoman yang jelas dalam menyusun rencana pengelolaan mangrove di masa mendatang.

Sementara itu, Penanggung Jawab Kegiatan, Askar Al Qadri, menjelaskan bahwa kegiatan monitoring dan pemetaan tidak hanya bertujuan menghasilkan peta kawasan, tetapi juga membangun kesamaan persepsi di antara masyarakat dan pemerintah desa dalam mengelola ekosistem mangrove secara terpadu.

"Pelatihan yang telah dilaksanakan sebelumnya menjadi bekal bagi peserta untuk memahami pentingnya pengelolaan mangrove. Hari ini kami turun langsung ke lapangan agar masyarakat mampu mengenali kondisi riil kawasan, memahami potensi yang dimiliki, serta menyusun arah pemanfaatannya secara berkelanjutan. Harapannya, hasil pemetaan ini dapat menjadi acuan dalam penyusunan program konservasi, pengembangan ekowisata, hingga budidaya yang ramah lingkungan," kata Askar.

Ia menambahkan, keterlibatan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program karena merekalah yang sehari-hari hidup berdampingan dengan kawasan mangrove dan paling memahami dinamika lingkungan pesisir.

Selain mendukung upaya pelestarian lingkungan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi FOLU Net Sink 2030 dalam memperkuat perlindungan ekosistem pesisir sebagai penyerap karbon alami.

Melalui kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan Sahabat Penyu, kawasan mangrove Nepo-Mampie diharapkan dapat dikelola sebagai satu bentang ekosistem pesisir yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan wisata berbasis alam, budidaya berkelanjutan, dan konservasi mangrove.

 

KIM Mampie