Yusri Mampie: Dari Pantai Terpencil, Menyalakan Harapan untuk Alam dan Generasi Muda
- Oct 18, 2025
- Tim
- Sosok
Mampie, Polewali Mandar — Di tengah terpaan abrasi dan rob yang terus menggerus pesisir Mampie, nama Yusri Mampie menjadi simbol harapan baru. Pria yang dikenal sebagai pendiri Rumah Penyu Mampie ini tak pernah lelah mengajak masyarakat menjaga alam melalui aksi nyata: menanam mangrove, menyelamatkan penyu, dan mengedukasi generasi muda tentang pentingnya menjaga lingkungan.
Bermula dari keprihatinan terhadap hilangnya habitat penyu dan rusaknya ekosistem pesisir, Yusri memulai langkah kecil dengan kelompok kecil relawan yang ia sebut “Sahabat Penyu.” Kini, inisiatif tersebut berkembang menjadi gerakan sosial-lingkungan yang mendapat perhatian luas, baik dari pemerintah maupun lembaga konservasi nasional.
“Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi? Alam sudah memberi banyak. Kini saatnya kita membalas dengan tindakan,” ujar Yusri dengan nada tegas namun penuh semangat.
Di bawah kepemimpinannya, kawasan Mampie kini mulai berubah. Ratusan bibit mangrove telah tumbuh subur di sepanjang pantai, menjadi benteng alami melawan abrasi. Selain itu, program Festival Penyu Mampie yang rutin digelar setiap tahun juga menjadi magnet wisata edukatif, menarik pengunjung dari berbagai daerah dan menggerakkan ekonomi warga setempat.
Tak hanya dikenal sebagai pegiat lingkungan, Yusri juga menjadi inspirasi bagi anak muda Mandar. Ia sering diundang berbicara dalam forum pendidikan dan komunitas pemuda untuk berbagi kisah perjuangan dan pentingnya kepedulian terhadap bumi.
Atas dedikasi dan ketulusannya, Yusri pernah meraih Penghargaan Kalpataru pada tahun 2021 — bukti nyata bahwa kerja keras dan komitmen terhadap lingkungan akan selalu mendapat tempat di hati banyak orang.
Kini, Yusri terus melangkah. Dengan semangat gotong royong, ia bersama masyarakat Mampie bertekad menjadikan pesisir mereka sebagai contoh keberhasilan konservasi berbasis masyarakat.
“Bagi saya, menjaga alam bukan sekadar pekerjaan. Ini panggilan hati,” tutupnya (Tim)