Yusri Mampie: Keberhasilan Rehabilitasi Mangrove Ditentukan oleh Perawatannya, Bukan Jumlah Bibit

  • Oct 27, 2025
  • KIM Mampie
  • Lingkungan, Sosok

Mampie News, Polewali Mandar — Pemerhati lingkungan sekaligus pegiat konservasi pesisir, Muhammad Yusri atau yang akrab disapa Yusri Mampie, menegaskan bahwa tantangan terbesar dalam kegiatan penanaman mangrove bukan terletak pada proses menanamnya, melainkan pada tahap pasca tanam atau perawatan bibit.

Menurut Yusri, banyak bibit mangrove yang gagal tumbuh karena kurangnya perhatian setelah penanaman. “Hal tersulit dari penanaman mangrove adalah pasca tanamnya. Bibit mangrove butuh perlakuan serius setelah ditanam karena ada banyak faktor yang membuatnya gagal tumbuh,” ujarnya.

Ia menjelaskan, beberapa penyebab umum kegagalan pertumbuhan bibit antara lain terlilit sampah, batang digerogoti tiram, hingga kondisi lingkungan yang tidak mendukung. “Saya katakan bahwa yang sulit dari penanaman mangrove itu adalah perawatannya. Banyak kegiatan yang sering kita lihat hanya sebatas gerakan penanaman, dan berhenti sampai di situ,” tambahnya.

Lebih lanjut, Yusri menyebut bahwa bibit mangrove yang sudah ditanam membutuhkan perawatan setidaknya selama dua tahun agar dapat tumbuh kuat dan beradaptasi dengan lingkungan pesisir. Ia juga menyampaikan apresiasinya terhadap sejumlah komunitas di Polewali Mandar yang konsisten melakukan penanaman sekaligus perawatan mangrove secara berkelanjutan.

“Kita bersyukur karena ada beberapa komunitas di Polewali Mandar ini yang fokus tidak hanya menanam, tetapi juga merawat mangrove hingga tumbuh besar. Ini yang seharusnya menjadi contoh bagi kegiatan-kegiatan konservasi lainnya,” tutupnya. (rls)

 

#MampieNews #KIMMampie